HIDUP BAHAGIA MELALUI SHOLAT
PTSB ( Pendalaman Terapi Sholat Bahagia)
Oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag
Guru Besar UIN Sunan Ampel
Surabaya & Founder Trainer Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB)
60 Menit
Terapi Sholat Bahagia adalah salah satu dari sekian banyaknya buku yang
ditulis oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz,
M.Ag yang berisi Kebahagiaan sederhana melalui sholat telah beredar dan sudah
banyak dibaca oleh publik. Bukan hanya sekedar membaca bukunya saja, tetapi
beliau juga mengadakan PTSB (Pendalaman Terapi Sholat Bahagia) untuk
memahami dan menghayati secara maksimal dengan pencerahan dan bimbingan praktek
dari beliau sendiri yang nantinya dijadikan pegangan. Sebelumnya saya akan
memperkenalkan Biografi beliau.
Nama beliau Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag Dilahirkan di Lamongan, 09-06-1957; beristri, 7 anak, 3
cucu; alumni Ponpes Ihyaul
Ulum Gresik
(1975); Guru Besar/Dosen Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya (sejak 2004);
Dosen Teladan Nasional (2004 dan 2007); Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi
(2000-2004); Pengurus Pembaca dan Penghafal Al Qur’an Jatim (1994); Ketua
Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia (APDI 2009-2013); Unsur Ketua Majlis Ulama
Indonesia Jawa Timur; Ketua Dewan Pengawas Syariah Bank Jatim
(2011-sekarang); Konsultan Pendidikan Yayasan Khadijah (2011-sekarang); Hakim
MTQ Tafsir Bahasa Inggris; Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawah Al
Qur’an; Asesor Badan Akreditas Nasional Perguruan Tinggi; Saksi
Ahli Mahkamah Konstitusi tentang UU Penodaan Agama; Penasehat Forum
Kerukunan Hidup Antar Umat Beragama; Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an Al
Khoziny Sidoarjo (1990-2009); Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Kyai Ibrahim
Surabaya; Penasehat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid
Indonesia (2002); Pengisi Mimbar Islam di TVRI Jatim; Kajian Terapi Shalat Bahagia di RRI Jakarta pro.1 dan 4
(91.2 FM dan 92.8 FM) dan Radio El
Victor Surabaya 93.3
FM. Imam shalat taraweh/penceramah Islam di Hongkong, Macau,
Senzhen, Taiwan (2000-sekarang), Malaysia (2004), Jepang (2006 dan 2013), Iran
(2008, 2009,2010), Mauritius-Afrika (2000), Inggris (2005), Belanda (2007),
Bangladesh (2013, 2014, 2015) dan Nepal (2015). Buku-buku yang ditulis: 60 Menit
Terapi Shalat Bahagia (UIN Sunan Ampel Press 2012) sekaligus sebagai founder
dan trainer Pelatihan Terapi Shalat Bahagia (PTSB), Doa-doa
Keluarga Bahagia (Surabaya, Kun Yaquta Foundation 2014), Bersiul
di Tengah Badai (UIN Sunan Ampel Press 2015), Teknik Khutbah
Jum’at Komunikatif (UIN Sunan Ampel Press 2014), Mengenal
Tuntas Al-Qur’an (MTQ) (Imtiyaz
Surabaya 2011), Ilmu
Dakwah (Prenada Jakarta 2008), Dinamika
Kepemimpinan Tokoh Agama di Indonesia (Harakat Media Jogjakarta 2008), Hijrah (Harakat
Media Jogjakarta 2008), Solusi Ibadah di Hongkong (Duta Masyarakat
Surabaya 2008), Solusi Ibadah di Taiwan (PCNU Taipei
2010), (2014); Dalam proses cetak
buku Terapi Shalat Sukses Studi. Pengisi kajian tafsir Al Qur’an di Majalah Nurul Hayat dan Majalah Sabilillah, konsultasi
keluarga bahagia di Majalah Nurul
Falah; rubrik agama di
Harian Duta Masyarakat (2010),
Rubrik Dialog mualaf di Tabloid Nurani
(1995). (Sumber : http://www.terapishalatbahagia.net/ )
Tanggal 23
November 2019 kemarin kegiatan PTSB
tersebut diikuti oleh sebagian
Mahasiswa/mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri
Sunan Ampel Surabaya diantaranya Prodi Komunikasi Penyiaran Islam, Ilmu
Komunikasi, Manajemen Dakwah, Bimbingan Konseling Islam, Pengembangan
Masyarakat Islam. Sebelumnya peserta
sudah harus membaca bukunya terlebih dahulu untuk bisa mengikuti PTSB tersebut.
Kata beliau jika belum membaca buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia maka
akan membutuhkan waktu yang lama sekitar 2 hari. Orang umum 2 hari, kalau anak
cerdas hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja, tuturnya. Sebelum kegiatan
PTSB kita juga sudah di intruksikan untuk menulis beberapa syarat mengikuti Pendalaman
Terapi Sholat Bahagia, diantaranya ;
1. Menulis 10 orang yang paling berjasa dalam hidup kita.
2. Menulis 5 orang yang menjengkelkan/ menyakiti kita
3. Menulis 10 dosa yang pernah kita lakukan
4. Menulis 30 nikmat terbesar yang kita rasakan (sejak kecil hingga
sekarang)
5. Menulis 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan
hidup kita ( ada yang bersifat rahasia dan ada yang tidak)
Tulisan itu harus dibawah dan disimpan. Kata
beliau cukup kita dan Allah saja yang tau. Dengan bantuang Daftar masalah dan
harapan yang telah disiapkan itu , kita bisa sujud dan rukuk lebih lama dengan
penuh penghayatan. Untuk mengajukan permohonan judul skripsi kepada dosen saja
kita menyiapkan kalimat yang sebaik mungkin. Mengapa untuk berdoa kepada Allah,
kita tidak menulis doa dengan pilihan kata dan kalimat yang terbaik sebelum
shalat?
Sholat
adalah dzikir, dan dengan berdzikir kepada Allah SWT hati kita menjadi tenang. Shalat
adalah interaksi seorang hamba dengan Rabb-nya. Seorang hambar berdiri dihadapan
Rabb-nya dengan ketundukan, perendahan diri, bertasbih dengan memuji-Nya,
membaca firman-Nya, mengangungkan Allah baik dengan perkataan dan perbuatan,
memuji Allah SWT dengan pujian yang memang layak ditunjukkan untuk diri-Nya,
kita meminta kepada Allah berupa kebutuhan dunia dan akhirat. Sholatadalah cara khusus untuk mengatasi problem, selain
menjadi kewajiban bagi umat islam yang harus dikerjakan setiap hari banyak
sekali manfaat dari sholat, oleh karena itu semua bisa diatasi.
Sholat itu
canggih yang tidak canggih itu manusia.
Kita hidup dizaman modern saat ini ada alat komunikasi yaitu Handphone, contonya
jika kita memberikan Handphone kepada kakek atau nenek kita yang usia lebih
dari 80 tahun mungkin tidak bisa mengaplikasikan handphone zaman sekarang. Jadi
yang tidak canggih sebenarnya manusia. Handphonenya canggih, begitu juga dengan
sholat. Dengan kita sholat menghadap, sujud, mengadukan semua permasalahan kita
kepada Allah, maka secara langsung atau tidak langsung Allah pasti mengabulkan
doa kita. Hanya masalah waktu saja, Allah tidak selalu mengabulkan doa
hambanhya sesuai waktu yang mereka inginkan, tapi sesuai waktu yang Allah
tentukan, karena Allah tau mana waktu yang tepat doa itu terkabul. Beliau juga
bercerita, dulu pernah menangani beberapa kasus salah satunya Doktor dari
jepang itu was-was ketika dia sholat hanya karena meyakinkan sudah menghadap
arah kiblat yang benar itu berjam jam, wudhu juga tidak pernah dibawah 2 jam, akhirnya
ditangani oleh beliau lewat PTSB sudah tidak ada lagi perasaan was-was.
Hayya 'alashshalaah, Hayya 'alalfalaah,
beliau menjelaskan dalam kalimat tersebut berarti “ Ayo Sukses, Ayo Bahagia” Panggilan
itu di baca 10 kali jika ditambahi iqomah, jika 5 kali dalam sehari semalam itu
bidah namanya. Lafadz diatas adalah potongan dari lafadz yang dilantunkan
dalam adzan. Adzan merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu
masuknya salat fardu. Dikumandangkan oleh seorang muazin setiap salat lima
waktu. biasanya setelah azan selalu di iringi dengan iqomah sebagai seruan
bahwa shalat akan dilaksanakan. Perintah sholat dapat dikatakan
suatu perintah Allah yang sangat sakral, dimana pada umumnya semua perintah
Allah penyampain nya melalui malaikat Jibril. Sedangkan perintah sholat Allah SWT memerintahkan langsung kepada Nabi
Muhammad untuk menjemput dari masjidil aqsa ke langit atau sidrotul muntaha.
Sama halnya seperti ketika mengirimkan pesan melalui handphone, pesan akan
terkirim ke orang lain dengan alur keatas bukan kebawah. Sholat juga dapat mengangkat
derajat seseorang akan lebih tinggi disisi Nya, karena ketika kita mati bukan
harta yang pertama kali dihisab melainkan sholat.
Setiap manusia pasti mempunyai rencana yang
bagus. Tapi, sebaik-baiknya rencana manusia Jika Allah merencanakan kita sakit,
kita tidak akan bisa menolak takdirNya. Banyak hal yang kita inginkan atau kita
sukai namun keinginan tersebut belum tentu sama dengan keinginan Allah. Jika kita
punya masalah lalu kita berdoa meminta kepada Allah. Tapi Allah tidak
mengabulkan doa kita. Lantas kita menyalahkan Allah? Itu sebenarnya sekenario
yang dibuat oleh Allah kepada hambanya, jika manusia selalu diberikan kenikmatan
secara terus menerus, pasti kita secara tidak sadar lupa kepada Allah. Oleh karena
itu Allah memberikan cobaan agar hambanya berdoa, pasrah, menundukkan diri
kepada Allah. karena rencana Allah sudah punya rencana yang bagus. “Boleh jadi kamu membenci
sesuatu padahal ia amat baik bagi mu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu
padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui”
(QS. al-Baqarah:216). Contonhya ada wanita umur 37 kecelakaan dijalan raya pingsang
kemudian ada orang yang mengangkut ke Rumah Sakit ternyata yang menolong itu
duda, sebagai rasa terima kasih yang ditolong akhirnya nikah. Jadi sebenarnya
kecelakaan tadi adalah sekenario Allah biar dia dapat jodoh. Dengan kecelakaan
tersebut dia mendapatkan kenikmatan dari Allah. Maka dari itu jangan pernah
kita takut untuk menghadapi masalah dalam hidup kita, sesulit apapun masalahnya
jika kita bercerita kepada manusia malah bertambah besar masalah tersebut. Tapi,
jika kita menceriatakan masalah kita kepada Allah pasti aka nada jalan keluar
untuk mengatasi masalah yang ada. Karena tidak ada yang tidak mungkin di dunia
ini jika kita masih punya Allah sebagai Tuhan kita.
“Barang siapa yang tidak senang dengan
keputusan dan takdirku. Maka hedaknya ia mencari tuhan selain aku". "Barang siapa
yang tidak suka dengan takdirku, enak atau tidak enak, maka aku tidak akan
mengurusinya lagi.” Maksud dari kalimat tersebut kita harus menjadi seorang
hamba yang menerima dengan lapang dada akan kehendak Allah serta mengajarkan
kita untuk tetap kuat dan sabar dalam menghadapi cobaan hidup tanpa mengeluh.
Pada hakekat nya Allah sendiri tidak suka dengan seorang hamba yang terus
menerus mengeluh. Ekspresi tidak menerima
takdir Allah adalah mengeluh. Memang hakikatnya hidup tidak akan lepas dari
sebuah masalah, jika kamu tidak ingin punya masalah lebih baik tidak hisup. Dengan
adanya masalah kita bisa belajar, mengambil hikmah, pengalaman dari masalah
kita sendiri. Kadang kita sebagai manusia pasti dikit-dikit sambat, mengadu
pada Allah. yaAllah gimana sih.. kata Allah Cukup sekian dan terima kasih. Salah satu syarat terkabulnya
doa adalah tidak protes akan kehendak Allah. Sesungguhnya tidak ada do’a yang
tidak dikabulkan oleh Allah. Hanya saja Allah masih melihat proses kita,
memilih waktu yang tepat, serta melihat kesiapan kita dalam menerima nya. Sama
halnya seperti seorang anak yang berumur tiga tahun dimana anak itu meminta
ayahnya untuk membelikan motor besar. Namun, apa kata ayah ketika itu
“yah…nanti kalau kamu sudah besar”. Karena Allah itu tau mana rencana yang
baik untuk hambanya.
Kita pasti sering kali mendengar kata
mindset. Apasih mindset itu? Mindset adalah pola pikir atau kebiasaan cara berpikir dalam suatu bidang.
Yang mana pola pikir ini di bentuk dari kepercayaan didalam pikiran kita. Jika kita
berfikir masalah yang ada dalam hidup kita ini sulit, tidak ada cara untuk
mengatasinya, bisa saja itu akan terjadi karena mindset kita sendiri. Ada pepatah
mengatakan “ucapan adalah doa”. Jika kita bisa mengucapkan kata-kata yang baik
mengapa kita harus berfikir buruk. Kita punya Allah, tidak ada yang tidak
mungkin di dunia ini. Jika kita percaya kepada Allah, kita pasrahkan semua
masalah kita kepadaNya, Allah pasti mengabulkan doa kita. Tinggal bagaimana
cara kita mengubah mindset, mengubah prasangka yang buruk menjadi baik. Tapi memang
mengubah mindset seseorang itu tidak semudah mengubah pola makan. Tapi setidaknya
kita harus bisa belajar mulai dari hal-hal kecil yang ada dikehidupan kita.
Kesimpulannya kita harus
selalu mengingat Allah dimana dan kapanpun. Artinya dengan mengingat Allah kita
akan mudah melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita dan menjauhi
larangannya. Kita juga bisa menyelesaikan masalah dalam gerakan sholat lima waktu. Sholat
adalah salah satu cara yang ampuh dalam menghadapi persoalan hidup. Jika sholat
kita sudah baik maka segala yang ada di diri kita akan baik pula. Maka dengan
sholat kita bisa merasa lebih dekat dengan Allah dan selalu mengingat Allah.
Sholat merupakan suatu ibadah
wajib yang dilakukan oleh setiap orang muslim yang terdiri dari ucapan dan
perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam sesuai
dengan syarat dan rukun tertentu. Menurut hakikatnya, sholat adalah menghadapkan
diri kita kepada Allah SWT dengan rasa takut kepada Allah serta dapat
membangkitkan rasa kesadaran yang dalam pada setiap makhluk terhadap kebesaran
dan kekuasaan Allah SWT.
Dari Abu Hurairah,
bahwasannya Nabi SAW telah
bersabda: "Apabila engkau (akan) berdiri
kepada shalat, maka
sempurnakanlah wudlu',
kemudian menghadaplah ke
kiblat, lalu takbir, kemudian
bacalah apa yang
mudah bagimu dari Qur'an,
kemudian rukuklah hingga engkau
tetap di dalam
rukuk, kemudian bangkitlah hingga
lurus engkau berdiri, kemudian sujudlah hingga engkau
tetap di dalam sujud, kemudian bangkitlah hingga engkau tetap di dalam
duduk, kemudian sujudlah
hingga engkau tetap di
dalam sujud, lalu
kerjakanlah yang demikian itu
dalam shalatmu semuanya".
Suatu ibadah
sholat, dalam mengerjakannya tentu banyak melakukan gerakan-gerakan sholat.
Setiap satu rakaat sholat terdiri dari beberapa gerakan, dan ternyata setiap gerakan sholat tersebut memiliki
banyak manfaat tersendiri untuk kesehatan tubuh yang tidak banyak diketahui
oleh orang lain . Diantara salah satu gerakannya adalah Ruku' Manfaat
dari gerakan ruku' adalah menjaga
kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai
penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka
aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi
relaksasi bagi otot - otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah
latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat. Manfaat gerakan sholat pada saat
rukuk sangat baik untuk otot dan tulang jika dilakukan dengan posisi yang
sempurna. Gerakan rukuk yang sempurna memiliki tanda adanya sensasi tarikan
pada tulang punggung bisa mengurangi kompresi antar ruas tulang belakang dan
merelaksasi otot-otot punggung yang sebelumnya tegang.
kebanyakan kita
jika berdoa pasti setelah sholat. sebenarnya Berdo’a bisa dilakukan di dalam
atau di luar sholat. Namun kata beliau sangat dianjurkan berdo’a ketika kamu
melakukan atau melaksanakan sholat, seperti dalam gerakan rukuk dan sujud. Ada
yang mengatakan paling dekat nya hamba dengan Allah ketika ia sujud maka minta
lah apa yang kamu inginkan atau butuhkan. Kita tidak akan bisa mengetahui kapan
terkabulnya do’a, karena terkabulnya do’a ialah salah satu scenario Allah yang
dirahasiakan pada umatnya.
PTSB
dilaksanakan baik didalam maupun diluar negeri. Mengapa PTSB itu perlu? Dengan membaca
selama satu jam buku 60 Menit Terapi Sholat Bahagia, kita sudah bisa
memahami makna dari kalimat kunci : SUBHAN TURUT HADIR DI MASJID untuk AKSI
SOSIAL dan diharapkan mendapatkan kedahsyatan pengaruh shalat terhadap
kehidupan kita. PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar kita dapat
memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan
kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah
menuju hidup bahagia. Wajah yang penuh bahagia adalah cermin syukur kita kepada
Allah. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreasi, produktif dan
membahagiakan orang lain. Berikut ini adalah posisi gerakan, kata
kunci, dan renungan atau doa dalam sholat, antara lain:
1.
Takbiratul Ikhram (berdiri) Kata kuncinya yaitu SUBHAN (Syukur,
Bimbingan, Ketahanan iman). Takbiratul Ikhram menunjukan dari awal mula
aktifitas kita diwaktu pagi hari.
·
Syukur : “ Wahai Allah,
aku bersyukur atas semua nikmat-Mu,”
·
Bimbingan : “Bimbinglah aku
dan keluarga agar tetap dijalan yang benar”.
·
Ketahanan iman : “ Berilah aku
ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan
murka-Mu”.
2.
Rukuk Kata kuncinya yaitu TURUT (Tunduk dan Menurut).
Rukuk menunjukan agar kita selalu menjadi seorang hamba yang ta’at serta
tawadhuk. Segala sesuatu hanyalah milik dan dari Allah maka simpan baik-baik sombong mu.
·
Tunduk : “ Wahai Allah, aku
tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati,
sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-Mu”.
·
Menurut : “ aku menurut kepada semua
perintahmu. Ampunilah dosa-dosaku”.
3.
I’tidal (berdiri setelah rukuk) Kata kunci yaitu HADIR
(Hak pujian dan Takdir). I’tidal mengartikan bahwa yang mempunyai hak atas
pujian hanyala Allah yang maha Agung dan yang menetapkan takdir setiap makhluk
hanyalah Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang mengetahui takdirnya kecuali
Allah. Takdir adalah rahasia Allah dari pengetahuan semua makhluknya.
·
Hak pujian : “ Hanya engkau
yang berhak dipuji. Ampunilah aku karena terlintas mengharap pujian manusia.”
·
Takdir Allah : “ Semua hal
terjadi atas takdir-Mu. Aku ridho dan ikhlas menerimanya.”
4. Sujud Kata kuncinya yaitu MASJID
(Maaf, Sinar Jiwa dan Raga). Sujud ialah salah satu gerakan sholat yang sangat
dianjurkan untuk memperbanyak do’a pada Allah, karena pada saat sujud kita
sedang berkomunkasi langsung dengan Allah. Sujud merupakan bentuk rasa maaf
atau memohon ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Kita akan
menyadari dengan sendirinya.
·
Maaf : “ maafkan dosa-dosaku,
bapak ibu dan keluargaku.”
·
Sinar : “ Sinarilah hati,
lidah, mata, dan telingaku agar selalu berbuat yang engkau ridhoi.”
·
Jiwa dan raga : “ Jiwa dan ragaku
dalam kekuasaan-Mu. Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua
persoalan kepada-Mu.”
5. Tasyahud awal (duduk diantara
dua sujud) Kata kuncinya yaitu AKSI (Ampunan, Kasih sayang, Sejahtera
dan memperkuat Iman). Do’a dalam duduk diantara dua sujud sangat mencakup atas
apa yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
·
Wahai Allah, berilah aku : “
Ampunan, kasih, sejahtera, dan iman.”
6. Tasyahud akhir (duduk diakhir
sholat) Kata kuncinya yaitu SOSIAL (Sholawat, Persaksian dan Tawakkal).
Tasyahud akhir menunjukan akan kesaksian kita atas utusan Allah yang mulia
yakni nabi Muhammad saw. serta rasa pasrah kita akan semua do’a dan usaha yang
telah kita lakukan selama ini.
·
Sholawat : “ Sholawat dan
salam untuk Nabi SAW. Berikan aku kekuatan menyontoh akhlaknya”
·
Persaksian : “ Aku bersaksi
tiada Tuhan selain engkau, dan Muhammad adalah utusanMu. Jadikan syahadat
pegangan dan penutup hidupku.”
·
Tawakal : “ Aku serahkan
hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepadaMu.”
Alfi Nurul Faridah
Surabaya, 30 November 2019

Barakallah semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat mengamalkannya dlm kehidupan sehari hari
BalasHapusAlhamdulillah.semoga bermanfaat ya mbk alfi.semangat terus mbk😉.
BalasHapus